Newest Post

Tampilkan postingan dengan label daily. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daily. Tampilkan semua postingan

Menguak Kebiasaan Ngemil Pria dan Wanita (Kebosanan, kelelahan fisik, dan mental penyebab utama mengemil junk food)

| Senin, 21 November 2011
Baca selengkapnya »
VIVAnews - Siapa yang tak suka mengemil? Makanan ringan yang kosong nutrisi, namun sarat lemak, gula, dan garam adalah favorit hampir semua orang di segala tempat dan suasana.
Sulitnya mengalahkan hasrat mengemil membuat banyak orang susah memperoleh tubuh sehat serta menurunkan berat badan. Sebuah jajak pendapat terhadap 1.000 orang dilakukan untuk mengetahui kebiasaan pria dan wanita dewasa untuk urusan mengudap junk food.
Hasil survei, seperti dikutip dari FITNESS, mengungkap ada persamaan besar di antara dua gender terhadap kebiasaan mengunyah makanan ringan. Survei juga mengungkap kebiasaan pria untuk mengemil lebih besar, sebanyak 60 persen ketimbang hanya 54 persen pada wanita. Hal ini berbeda dengan pandangan umum yang menyatakan wanita lekat dengan makanan ringan.
Berikut hasil survei lainnya.

Penyebab mengemilBaik pria dan wanita mengakui, kebosanan merupakan penyebab utama mereka larut dalam aktivitas mengemil. Penyebab lainnya adalah kelelahan fisik dan mental.
Lebih banyak siapa?Sebanyak 89 persen pria dewasa mengatakan mengemil sedikitnya sekali tiap hari, hampir sepertiga melakukannya dua-tiga kali sehari. Wanita melaporkan mereka mengudap camilan 2-4 kali atau lebih setiap hari.  Hanya 12 persen dari keseluruhan responden mengatakan tak pernah mengemil.
Tempat mengemil terbaikTiga dari empat pria dan dua dari tiga wanita menyebut sofa merupakan tempat favorit untuk mengemil.

Jumlah yang dihabiskanMayoritas pengemil -71 persen wanita dan 60 persen pria- melaporkan hanya makan satu porsi snack. Sepertiga pria dan hampir seperempat wanita mengatakan hanya menghabiskan setengahnya. Hampir tak ada yang mengatakan menandaskan camilan dari piring mereka.

Informasi kalori

Rupanya, lebih dari setengah kedua jenis kelamin itu tidak mengetahui berapa jumlah kalori dari tiap porsi camilan mereka. Hampir 20 persen orang dewasa tidak memeriksa informasi label, dan 40 persen mengabaikannya.

Camilan atau seks?

Saat dihadapkan dengan pilihan, 42 persen wanita memilih makanan ringan. Namun, 75 persen pria lebih menginginkan seks daripada camilan.

Kapan mengemil lebih banyak?Hampir dua kali pria mengatakan mereka mengemil lebih banyak saat bersama pasangan. Sementara itu, tiga dari empat pria juga mengatakan paling mungkin makan makanan ringan saat sendirian.

Camilan favoritPria lebih memilih keripik kentang, es krim, kue kering, dan kue brownies. Sementara itu, wanita memilih keripik kentang, cokelat, kue, dan brownies.

Kapan waktu mengudap Sore hari merupakan waktu yang sering dihabiskan wanita menyerah pada kudapan. Dan malam hari seringkali dihabiskan pria menyantap camilan dan makanan mengandung gula dan lemak.

Tempat paling sering mengemilPercaya atau tidak, pria lebih sering mengemil di mobil, di depan kulkas, bahkan di pusat kebugaran.

Rasa manis atau asin?Kebanyakan orang dewasa mengatakan mereka mendambakan makanan manis pertama kali lalu asin. Tetapi, sebagian besar mereka mengambil keripik kentang sebelum cokelat. (art)

© VIVAnews

Empat Benda Paling Kotor di Kamar Mandi Benda ini tentunya Anda pegang dan gunakan setiap hari. Apa saja benda itu?

|
Baca selengkapnya »
VIVAnews -  Bakteri memang bertebaran di mana saja. Terutama di area lembab, tempat bakteri sangat mudah tumbuh, seperti kamar mandi. Dari fakta ini, Charles P. Gerba, profesor mikrobiologi dari University of Arizona, Amerika Serikat, mencoba mencari tahu, benda di kamar mandi yang paling kotor.

Ia pun merilis empat benda yang mengandung bakteri paling berbahaya. Benda-benda ini tentunya, Anda pegang dan gunakan setiap hari. Apa saja benda-benda tersebut?

1. Kran

Berada di peringkat pertama, dilansir dari Geniusbeauty.com, benda dengan bakteri paling berbahaya di kamar mandi adalah kran. Faktanya, kontak secara konstan dengan tangan ditambah dengan suhu yang lembab, bisa jadi merupakan tempat perkembangbiakan yang sempurna bagi bakteri super MRSA, yang menyebabkan infeksi kulit.

2. Handuk

Lingkungan yang lembab, bisa mempermudah pertumbuhan bakteri E.coli. Bakteri ini bisa menimbulkan nyeri perut dan muntah-muntah. Disarankan untuk tidak menyimpan handuk di kamar mandi, tapi di luar dan terkena sinar matahari.

3. Toilet
Meskipun jadi tempat membuang kotoran, toilet berada di peringkat ketiga. Namun, jangan biarkan toilet terbuka dan pastikan Anda menutupnya saat memencet tombol flush. Hal ini untuk menghindari penyebaran bakteri pada benda-benda di sekitarnya.

4. Sikat gigi

Profesor Gerba menyatakan bahwa tiap sikat gigi pasti mengandung bakteri, tetapi ini merupakan mikroorganisme pribadi yang tak membahayakan kesehatan Anda. Hal yang harus diperhatikan adalah memisahkan tempat penyimpanan sikat gigi dengan yang dimiliki orang lain dan ganti secara teratur.
© VIVAnews

Kenali Gejala Stroke dan Penanganannya Stroke dapat dicegah dengan mengenali dan mengendalikan faktor risiko yang dimiliki)

|
Baca selengkapnya »
VIVAnews - Pokdi Stroke Perhimpunan Dokter Spesialis Syaraf Indonesia (PERDOSSI) dan Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bersama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) berbagi informasi dan tips untuk mengenali gejala stroke dan penanganannya dalam Peringatan Hari Stroke Sedunia yang jatuh pada Sabtu, 29 Oktober 2011.

Lantas apa itu stroke sebenarnya? Stroke adalah penyakit akibat terganggunya aliran darah ke otak karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah sehingga otak kekurangan oksigen dan nutrisi.

Untuk mengenali gejala stroke bisa dilakukan dengan cara AKSI, yakni kenali asimetri wajah, kaki atau lengan lumpuh, sulit berbicara atau bicaranya pelo, dan inisiatif bawa ke rumah sakit.

Penanganan stroke pra rumah sakit yang pertama adalah pengenalan cepat dan reaksi terhadap tanda-tanda stroke. Keterlambatan pertolongan pra rumah sakit harus dihindari bagi pasien dan orang terdekat.

Jika curiga pasien terkena serangan stroke harus segera memanggil ambulans gawat darurat yang memiliki fasilitas peralatan yang lengkap dan petugas yang terlatih. Selain itu, manfaatkan jaringan pelayanan stroke komprehensif yang terdiri dari Unit Gawat Darurat (UGD) dan Stroke Unit/ICU.
Siapa saja yang terancam stroke? Pertama, harus dilihat riwayat stroke sebelumnya atau riwayat stroke dalam keluarga. Kedua, orang berusia lebih dari 45 tahun untuk pria dan lebih dari 55 tahun untuk wanita. Ketiga, adalah orang yang memiliki tekanan darah tinggi. Keempat, orang yang memiliki kolesterol tinggi. Kelima, pemilik diabetes atau kencing manis.

Keenam, adalah orang yang mempunyai penyakit jantung. Selanjutnya adalah perokok aktif maupun pasif, kemudian pengkonsumsi alkohol, penderita kegemukan, dan orang yang inaktivitas fisik dan kurang berolahraga.

Apa yang harus dilakukan?

Pertama adalah menjalani jalani pola hidup sehat, lalu segera periksakan diri dengan mengetahui tekanan darah, memeriksa kondisi jantung yaitu rekam jantung/EKG, Ekokardiografi, Treadmill/Stress Test, Doppler Karotis, Dopler Transkranial/TCD.

Kemudian memeriksa darah untuk mengetahui kadar kolesterol, gula darah, dan faktor penyebab stroke lainnya. Tanyakan kepada dokter untuk mengetahui adanya kemungkinan penyempitan atau atau sumbatan pada pembuluh darah. Setelah itu, melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan konsultasikan kepada dokter.

Mitos dan Fakta
Mitos: stroke tidak dapat dicegah. Mitos itu tidak benar karena pada faktanya stroke sangat dapat dicegah dengan mengenali dan mengendalikan faktor risiko yang dimiliki.
Mitos: "Saya masih terlalu muda untuk terkena stroke." Faktanya stroke dapat menyerang semua usia. Hanya saja perlu diingat bahwa bertambahnya usia akan meningkatkan risiko terkena stroke.

Mitos "Saya akan menunggu hingga gejala ini hilang sendiri." Faktanya menunggu adalah kesalahan terbesar. Segera bawa penderita ke rumah sakit. Karena perlu diingat bahwa setiap detik begitu berharga dalam menyelamatkan fungsi otak.

Mitos: "Saya tahu saya mengalami stroke jika terasa nyeri." Ini juga tidak benar karena faktanya nyeri bukanlah tanda dari stroke. Untuk itu, waspadalah pada gejala stroke yang telah disebutkan.
© VIVAnews

Prev
▲Top▲